FRAKTUR KLAVIKULA

1. Definisi
Fraktur didefinisikan sebagai hilangnya kontinuitas (kerusakan), biasanya
mendadak, dari setiap struktur yang dihasilkan ketika stress internal, yang
disebabkan oleh beban, melebihi batas kekuatannya. Kompleksitas dan
perpindahan dari fraktur tergantung secara besar pada tenaga yang
terbangun pada struktur mendahului fraktur. Bentuk bidang fraktur (fraktur
transversal, fraktur split, avulsi, impaksi, dsb) berhubungan dengan sifat
beban, yang mana bisa bersifat penekanan, pembengkokan, torsional,
pemotongan, atau setiap kombinasi dari hal-hal tersebut.1
Klavikula adalah satu-satunya tulang penopang yang menghubungkan
tulang belakang ke bahu dan lengan.1,13
Fraktur klavikula atau klavikula yang fraktur adalah tulang kerah yang
rusak.2,11
2. Insiden
Fraktur klavikula adalah salah satu dari fraktur yang paling umum pada
dewasa. Insidensi di negara-negara barat meningkat selama dekade
terakhir bersamaan dengan gaya hidup yang mobile dan energik. Saat ini
insidensi farktur klavikula adalah 50-64/ 100.000 dan berkurang seiring
umur, terutama pada laki-laki.1,2 Fraktur klavikula lebih sering pada lakilaki
(68%) dibandingkan pada wanita (32%) dan pada laki-laki kelompok
umur yang paling signifikan adalah dewasa muda. Sebagian besar fraktur
klavikula terletak pada bagian tengah (81%); sisanya fraktur lateral (17%)
dan medial (2%) yang jauh lebih jarang.3,11
3. Mekanisme cedera
Fraktur klavikula biasanya terjadi mengikuti jatuh pada titik bahu
(misalnya pada pengendara kuda, penjegalan pada sepakbola, atau
bersepeda), atau, karena tabrakan dengan pemain lain pada olahraga yang
memerlukan kontak misalnya rugby atau sepakbola (misalnya tabrakan
‘panggul dan bahu’). Fraktur klavikula dapat juga terjadi setelah jatuh pada
siku atau lengan yang tertarik terlalu kuat. Pada contoh tersebut, gaya
disalurkan melalui bahu ke klavikula dan jika gaya cukup ganas, dapat
menyebabkan kerusakan klavikula.4,5,7,11
Beberapa bayi lahir dengan tulang kerah yang patah selama perjalanan
persalinan.6
4. Klasifikasi
Beberapa usaha telah dilakukan untuk menetukan skem klasifikasi fraktur
klavikula. Sistem klasifikasi yang paling umum adalah dari Allman, di
mana klavikula dibagi menjadi tiga.6 Pada sistem Allman, fraktur grup I
adalah cedera spertiga tengah, fraktur grup II adalah cedera sepertiga
lateral, fraktur grup III adalah cedera sepertiga medial. Skema klasifikasi
ini masih digunakan namun telah direvisi untuk menyertakan banyak
subtipe fraktur klavikula.8,10,14
Neer membuat revisi signifikan terhadap skema klasifikasi Allman.
Fraktur lateral klavikula lebih jauh dibagi ke dalam 3 tipe berdasarkan
lokasi fraktur klavikula sehubungan dengan ligamentum
korakoklavikulare:
◦ Fraktur tipe I terjadi medial terhadap ligamentum korakoklavikulare.
◦ Fraktur tipe II terjadi setinggi ligamentum korakoklavikulare, dengan
trapesoid masih ntak dengan segmen distal.
◦ Cedera tipe III terjadi distal terhadap ligamentum korakoklavikulare
dan memasuki artikulasio akromioklavikulare.8,12
Alasan modifikasi ini adalah bahwa fraktur klavikula lateral bersifat
berbeda begantung pada lokasi tepat dari cedera. Fraktur Neer tipe II lebih
jauh dibagi ke dalam tipe IIA di mana baik ligamentum konoid dan
trapezoid masih melekat pada fragmen distal, dan tipe IIB di mana
ligamentum konoid robek.8
Skema klasifikasi lain telah diusulkan sejak itu; namun, skema klasifikasi
Allman dengan modifikasi Neer adalah yang paling umum digunakan dan
terdaftar secara detail di bawah ini.8
◦ Grup I – fraktur sepertiga tengah
◦ Grup II – fraktur sepertiga distal
▪ Tipe I – perpindahan minimal/ interligamentosa
▪ Tipe II – berpindah karena fraktur medial pada ligamentum
korakoklavikulare
• IIA – Baik konoid maupun trapezoid masih melekat pada
fragmen distal
• IIB – Hanya konoid yang robek atau baik konoid dan trapezoid
robek
▪ Tipe III – fraktur yang melibatkan permukaan artikular
▪ Tipe IV – Ligamen intak pada periosteum dengan perpindahan
fragmen proksimal
▪ Tipe V – kominutif
◦ Grup III – Fraktur sepertiga proksimal
▪ Tipe I – perpindahan minimal
▪ Tipe II – berpindah
▪ Tipe III – intraartikuler
▪ Tipe IV – separasi epifiseal (ditemukun pada pasien umur 25 tahun
dan lebih muda)
▪ Tipe V – kominutif
5. Diagnosis dan Gambaran Klinik
◦ Nyeri, terutama pada gerakan ekstremitas atas
◦ Bengkak
◦ Seringkali setelah bengkak berkurang, fraktur dapat dirasakan melalui
kulit
◦ Nyeri tajam bila ada gerakan yang dilakukan.
◦ Referred pain: sakit yang kabur sampai ekstrem dalam dan sekitar area
klavikula, termasuk otot-otot yang mengelilingi.
◦ Mungkin mual, pusing, dan atau pandangan berkunang-kunang karena
nyeri yang ekstrem11
Belum aada bukti kemungkinan untuk memprediksi posisi dari fraktur
klavikula hanya dari mekanisme cedera.
Pasien dengan fraktur klavikula biasanya memberikan riwayat yang baik
akan kejadian trauma untuk membimbing dokter menetapkan cedera.
Tidak lazim klavikula mengalami fraktur tekanan atau menjadi fraktur
melalui deposit patologis.1
Pasien biasanya datang dengan nyeri dan pergerakan yang berkurang pada
ekstremitas yang terkena. Lengan biasanya dipegang melintang pada dada
dengan ekstremitas yang berlawanan digunakan untuk menopang berat
ekstremitas yang cedera. Biasanya ada deformitas yang nampak.
Penting untuk melakukan pemeriksaan neurovaskular lengkap pada
ekstremitas yang cedera untuk mengidentifikasi setiap cedera neurologis
atau vaskular yang berhubungan.2
Klavikula terletak subkutaneus dan menjadi sangat dekat dengan kulit
membuat fraktur sangat mudah dipalpasi. Bila fraktur secara signifikan
berpindah, dapat menyebabkan tekanan pada kulit yang melingkupi.
Tekanan yang demikian dapat berujung pada kematian kulit pada fraktur.
Bila pada pemeriksaan klinis, ditemukan cedera jaringan lunak yang
signifikan atau memang ditemukan cedera tipe “degloving”, maka
pemeriksa harus mencurigai dan mencari adanya cedera lain yang
berhubungan.
Dada harus diauskultasi dan keberadaan pneumothoraks disingkirkan.
Pasien mungkin juga cedera berlanjut ke kepala, leher, dan torso atas dan
hal-hal itu harus disingkirkan.
Diagnosis
Meskipun pemeriksaan klinis akan memberikan banyak informasi,
radiograf berkualitas baik (x-ray) akan mengkonfirmasi diagnosis.
Dua x-ray diambil dari sudut yang berbeda (anteroposterior dan 450 miring
sefalik) diperlukan untuk memeriksa secara penuh fraktur multifragmen.
X-ray dada polos juga diambil. Ini memungkinkan eksklusi
pneumothoraks dan, sebagai tambahan, memungkinkan setiap pemendekan
klavikula dapat terlihat, sebagaimana hubungan relatif dari skapula dapat
diperhitungkan.
6. Terapi
Perawatan Prehospital9
◦ Mengidentifikasi dan merawat cedera yang berhubungan dengan
ancaman kehidupan.
▪ Menginisiasi protokol ATLS, dan menstabilisasi pasien.
▪ Melakukan pengamatan sekunder yang cermat.
▪ Memberikan kompres dingin pada cedera.
▪ Imobilisasi ekstremitas atas dengan gendongan
Perawatan Unit Gawat Darurat
• Mengidentifikasi dan merawat cedera yang berhubungan dengan
mengancam nyawa dan ekstremitas. Bila fraktur terbuka, rawat pasien
dengan antibiotik profilaksis, imunisasi tetanus (bila perlu), irigasi, dan
pemberian balut steril sementara menunggu konsultasi ortopedik segera.
• Kelas A (fraktur sepertiga tengah)
◦ Beberapa ahli bedah ortopedi merekomendasikan teknik imobilisasi
untuk fraktur midklavikuler; dengan bidai klavikuler (figure-of-eight).
Bidai ini diberikan setelah reduksi tertutup fraktur, yang dicapai
dengan menarik bahu ke atas dan ke belakang. Reduksi yang demikian
sulit dilakukan dan dpat berhbungan dengan ketidaknyamanan yang
meningkat pada lokasi fraktur. Kelebihan bidai ini adalah memberikan
pasien kemampuan untuk mengguanakan kedua tangan. Namun
literatur menunjukkan tidak adanya perbedaan yang nyata pada hasil
pasien yang dirawat dengan bidai ini dibandingkan dengan
gendongan.3 Penyembuhan dapat terjadi secepat-cepatnya 2 minggu
untuk bayi, dengan sebagian besar dewasa sembuh dalam 4-6 minggu.
Imobilisasi harus dipertahankan sampai radiograf ulang menunjukkan
pembentukan kalus dan penyembuhan pada lokasi fraktur.
◦ Dalam sejarah, fraktur kelas A dirawat secara konservatif. Namun,
penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa perawatan operatif dari
fraktur klavikula tengah yang berpindah dapat menghasilkan
peningkatan fungsi dan tingkat malunion dan nonunion yang lebih
rendah, dibandingkan dengan manajemen nonoperatif.4 Fraktur
midklavikular yang memiliki pemendekan awal lebih dari 2cm juga
dapat mendapat keuntungan dari perawatan ortopedik yang awal
karena hal ini telah dihubungkan dengan insiden nonunion yang lebih
tinggi.9,15
• Kelas B (fraktur sepertiga distal): Fraktur tipe I (tidak berpindah) dan Tipe
III (keterlibatan permukaan artikuler) dirawat simptomatis dengan es,
analgesik dan gendonagn untuk menopang. Gerakan segera dengan latihan
range-of-motion bahu pasif secara kuat disarankan untuk mencegah
berkembangnya artritis degeneratif dan untuk mengurangi risiko lekatan
kapsulitis. Lebih penting lagi konsultasi ortopedik (sebelum 72 jam)
direkomendasikan untuk fraktur klavikula lateral tipe II (berpindah) karena
fraktur ini memiliki insidensi nonunion 30% dan mungkin membutuhkan
perbaikan bedah.5,9
Fraktur sepertiga distal lebih jauh disubklasifikasikan menurut lokasi
relatif ligamentum korakoklavikulare terhadap fragmen fraktur.2 Pada
fraktur distal klavikula tipe II, ligamentum korakoklavikulare terlepas dari
segmen medial, menyebabkan perpindahan superior dari fragmen fratur
medial. Hilangnya perlekatan ligamentuk korakoklavikulare terhadap
fragmen medial dapat menjelaskan insidensi nonunion yang lebih tinggi
pada fraktur ini. Meskipun mayoritas fraktur klavikula dapat dirawat
secara konservatif, fraktur klavikula distal (terutama fraktur tipe II)
dirawat secara lebih agresif karena tingkat nonunion yang lebih tinggi.3,4
Karena alasan ini, fiksasi internal seringkali disarankan.10,14
• Kelas C (sepertiga proksimal): Manajemen fraktur klavikula sepertiga
medial diantaranya es, analgesik, dan penopang gendongan. Fraktur
sepertiga medial yang berpindah memerlukan penanganan ortopedik untuk
reduksi. Fraktur klavikula medial dapat berhubungan dengan cedera
intrathorasik atau perkembangan dari komplikasi akhir, misalnya artritis.6,9
7. Komplikasi
Komplikasi neurovaskuler dapat terjadi pada saat terjadinya perlukaan
katika ujung tulang yang tajam merobek pembuluh darah subklavia
ataupun pleksus brakhialis, atau terjadi kemudian yang terjadi akibat
terbentuknya kalus yang berlebihan pada daerah sekitar penyembuhan
fraktur dan mengkompresi struktur di atasnya sehingga menjadi
simtomatik.1,7
Penyembuhan dari fraktur pada posisi abnormal(malunion) dapat
mengakibatkan deformitas kosmetik yang tidak bisa diterima. Malunion
dapat juga mengkakibatkan tidak berfungsinya anggota gerak atas dan rasa
sakit yang kronis.
Insiden nonunion pada fraktur klavikula dilaporkan berkisar antara 0,1
sampai 13%. berikut ini adalah faktor-faktor predesposisi terjadinya
nonunion:
◦ immobilisasi yang tidak adekuat
◦ perawatan dengan operasi
◦ tipe jelas dari fraktur distal klavikula
◦ fraktur dengan interposisi jaringan lunak(soft tissues) diantara ujungujung
tulang
Artritis post traumatik dapat muncul setelah cedera intraartikuler terhadap
sendi sternoklavikuler atau akromioklavikuler. Namun, literatur tidak
mendukung anggapan bahwa fraktur klavikula proksimal memiliki tingkat
artritis post traumatik yang lebih tinggi dibandingkan bentuk-bentuk lain
fraktur klavikular bahkan dengan ekstensi intraartikuler.

About these ads

2 responses to “FRAKTUR KLAVIKULA

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s