PENGUMUMAN HASIL AKHIR SELEKSI CPNS 2013

Pada hari ini 24 Desember 2013 pengumuman akhir penerimaan cpns 2013 dapat dilihat di situs / website kemenpan, bkn dan juga di web jawapos pada pukul 12.00 siang.

Berikut 3 alamat situs penyedia
pengumuman Hasil Tes CPNS 2013, untuk melihat klik salah satu link di bawah ini :

Situs resmi Kemenpan-RB http://www.menpan.go.id

Situs resmi BKN: http://www.sscn.bkn.go.id

Situs JPNN: http://cpns2013.jpnn.com/

Selamat bagi pelamar yang lolos cpns 2013, selamat datang abdi negara, pesan saya cuma satu say no to corruption ( sekecil apapun).

UPDATE 28 AGUSTUS 2013 RUU KEPERAWATAN

PPNI- komisi IX DPR RI sesuai jadwal yang telah ditetapkan, pada tanggal 28 agustus 2013 kembali membahas RUU Keperawatan dengan Pemerintah dalam hal ini kemenkes.

berikut informasi jalannya sidang yang diambil dari twitter @INDONESIANURSE

1. Raker #RUUKeperawatan pembahasan Idpr-pemerintah telah dibuka wakil ketua komisi 9 @saya_noriyu
2. Menkes memberi pandangan bahwa: kebidanan diajukan ke dalam ruu kprwtn, konsil dihapus,kolegium dimasukkanke organisasi
3. Zubair safawai (pks): kebidanan tidak adadi naskah akademis, pemerintah usulkan ruu kebidanan di 2014,konsil sudah fix sbg autoregulasi
4. Sri Rahayu (pdip): ruu keperawatan sdh dibahas sejak lama koq tiba2 ada kebidanan. Konsil tetap ada,anggaran bisa diatur.
5. Dari fraksi Demokrat: sebaiknya kami akan diskusi dalam internal..
6. Golkar: DIM dari pemerintah terlalu banyak yang harus dibongkar, usulan baru 161dim, usul tidak menambah kebidanan, dialog lobby 1shoot..
7. Jamal (hanura): yg disampaikan menkes nampaknya menarik, tapi tidak tertarik,bahasa kampung saya aneh, hehehe..
8. Okky (PPP): 1. Tidak ada informasi dari peraturan presiden, yg menyebut bidan dan perawat dalam 1 rumpun ilmu.
9. Okky (PPP): 2. Organisasi profesi sudah berjuang sangat lama, 3. Sebaiknya ruu keperawatan saja…
10. Ali (Pan): masih mempelajari lebih jauh
11. Gerindra: pemisahan ruu keperawatan tanpa kebidanan..
12. ansori siregar (pks); sejak 2004, 2 menkes telah menghalangi ruu keperawatan..jangan mengganggu untuk sahkan ruuk di akhir pembahasan
13. Menkes: tidak sedikitpun, dalam hati saya untuk diskriminasi..ibi dan ppni kebutuhannyasama, termasuk konsil..bidan & perawat bs diatur 1
14. Prof budi staf ahli kemenkes: skn perpres 2012, tenaga keperawatan dan kebidanan. Menkes; ada direktorat keperawatan yg bekerja samakita.
15. Prof budi: kedokteran dan kedokteran gigi jugamencari persamaan, hanya bedanya pada bab praktik..banyaknyadim karena menambah substansi
16. Prof budi: konsil dihilangkan atas surat permintaan dari menpan..
17. Menkes: konsil dan kolegium tidak ada dalam uu kedokteran, apa iya?
18. Dr tjiptaning (ketuakomisi 9): praktik bidan punya kelebihan dalam praktik, perawat di puskesmas nyuntik ditahan aparat..
19. Dr tjiptaning: perlakuan berbeda terhadap bidan dibandingkan perawat.. Perawat sejak 10 tahun yl. Sudah demo, bidan bahkan dokter skrg demo.
20. Ansori siregar (pks): belum ada sejarahnya amanat presiden ditambah substansi..
21. BREAK – LOBY-LOBY OLEH KEMENKES KE KOMISIIX
22. Raker dpr-pemerintah berikutnya 3 september 2013.. Ok twips, teruskan pengkawalan proses dan substansi ruu keperawatan…

mencermati hasil pembahasan RUU Keperawatan oleh Komisi IX DPR RI dan kemenkes, dapat disimpulkan :

1. sangat jelas bahwa kemenkes masih bersikukuh untuk memasukkan kata kebidanan dalam RUU keperawatan.

2. Kemekes menambahan 161 DIM (Daftar inventaris Masalah) terkait dengan rancangan yang terbaru versi kemenkes. hal ini tentu sangat berpotensi menghambat disahkannya RUU Keperawatan menjadi UU Keperawatan mengingat waktu dan kesempatan yang sudah sangat terbatas

3. pada point 17, Menkes memberikan STATEMEN KONTROVERSIAL dengan mengatakan bahwa Konsil kedokteran tidak ada dalam UU Kedokteran. Padahal sangat jelas sekali pada UU Kedokteran no 29 Tahun 2004 tentang praktik kedokteran BAB III mengatur tentang konsil kedokteran. hal ini tentu sangat memalukan sekali bisa Menteri kesehatan yang berasal dari dokter sepertinyatidak pernahmembacaUU Kedokteran dan berani berbohong di depan anggota dewan..padahal disampingnya ada staf ahli menteri ; Prof Budi

Link download UU Praktik Kedokteran : http://www.dikti.go.id/files/atur/sehat/UU-29-2004PraktikKedokteran.pdf

4. Semua fraksi di DPR sangat menginginkan RUU Keperawatan segera di sahkan menjadi UU Keperawatan.

Pada 3September 2013, DPR dan KEMENKES berencana mengadakan sidang kembali untuk membahas RUU keperawatan. semoga pemerintah mau legowo dengan RUU Keperawatan dan tidak terus memaksakan kehendaknya.

Ayo Kita kawal DPR untuk segeramengesahkan UU Keperawatan.

Hidupperawat..hidup rakyat indonesia

Salam Perjuangan !!
Sumber : inna-ppni.go.id

PENDAFTARAN CPNS LIPI 2013

Syarat CPNS LIPI
Syarat-syarat umum :
Warga Negara Republik Indonesia.
Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Memiliki integritas yang tinggi terhadap Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Tidak Berkedudukan sebagai Calon Pegawai
Negeri / Pegawai Negeri di instansi lain.
Tidak berkedudukan sebagai anggota atau
pengurus partai politik.
Tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat
sebagai Pegawai Negeri atau pegawai swasta.
Tidak pernah dihukum penjara berdasarkan
putusan pengadilan yang telah mempunyai
kekuatan hukum yang tetap.
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia atau negara lain
yang ditentukan pemerintah.
Berkelakuan baik.
Sehat jasmani dan rohani.
Selain itu dikenakan juga beberapa syarat khusus
untuk CPNS LIPI :
Mempunyai kompetensi yang diperlukan.
Usia minimal 18 tahun. Usia setinggi-tingginya 30
tahun bagi pelamar berpendidikan S1; dan 35
tahun bagi pelamar berpendidikan S2, dan 40
tahun bagi pelamar S3. Batasan usia dihitung
berdasarkan rencana penetapan TMT CPNS
sesuai ketentuan Kementerian PAN dan RB yaitu
tanggal 1 Desember 2013.
Umur ijasah terakhir setinggi-tingginya 6 tahun.
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75
dengan skala 4,00.
Dokumen-dokumen yang dipersyaratkan :
Pada saat registrasi online :
Pasfoto.
Fotokopi ijasah pendidikan terakhir yang
dilegalisir.
Untuk proses penerimaan CPNS, dipersyaratkan
Ijasah Pendidikan terakhir, sedangkan Surat
Tanda Kelulusan TIDAK BERLAKU. Untuk pelamar
lulusan dari luar-negeri, diwajibkan melampirkan
Surat Keterangan Penyetaraan Ijasah dari Dikti -
Kemdikbud, atau Surat Keterangan telah
mengajukan permohonan Penyetaraan Ijasah.
Fotokopi transkrip nilai pendidikan terakhir yang
dilegalisir.
Berkas pasfoto dalam format JPEG dengan
ukuran kurang dari 30 KB. Sedangkan berkas
fotokopi ijasah dan transkrip dipindai menjadi
satu berkas dijital dalam format PDF dengan
ukuran kurang dari 500 KB.
Pada saat verifikasi fisik sebelum ujian tulis :
Kartu Peserta Ujian yang dicetak langsung dari
situs SIPC LIPI .
Fotokopi ijasah pendidikan terakhir yang
dilegalisir.
Fotokopi transkrip nilai pendidikan terakhir yang
dilegalisir.
KTP.
Berkas harus ditunjukkan pada petugas verifikator
di lokasi.
Pada saat ujian wawancara :
Kartu Peserta Ujian yang dicetak langsung dari
situs SIPC LIPI .
Fotokopi ijasah pendidikan terakhir yang
dilegalisir.
Fotokopi transkrip nilai pendidikan terakhir yang
dilegalisir.
KTP.
Tugas akhir / tesis / disertasi.
Selanjutnya baca di link di bawah ini :
Klik di sini…

Sejarah Penggunaan Istilah Ners di Indonesia

Mungkin banyak diantara sejawat perawat yang mengkritik tulisan ini. Disaat semua pada sibuk memperjuangkan tentang Rancangan Undang-Undang Keperawatan (RUU Keperawatan), ini malah membahas hal yang ‘tidak penting’, Tapi tidak masalah sebagai pembelajaran saja.

Istilah Ners pertama kali diberikan oleh para perawat di RS Jantung Harapan Kita pada tahun 1985, saat itu ketua Ikatan Perawat Kardiaovaskuler mengusulkan istilah ini. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai organisasi profesi menyepakati setelah mengkaji dan berkonsultasi dengan 2 ahli bahasa saat itu salah satunya adalah Prof. Suherman. Akhirnya disepakati istilah Ners ini sebagai sebutan profesi perawat yang diadopsi dari bahasa Inggris ‘Nurse’ yang di-Indonesia-kan menjadi Ners.

PPNI menolak jika dikatakan penggunaan istilah Ners merupakan keinginan PPNI atau sekelompok orang pendidikan keperawatan karena saat itu selain PPNI masih ada Konsorsium Pendidikan Kesehatan disingkat CHS dan sekarang menjadi Konsorsium Ilmu Kesehatan Indonesia (KIKI).

Dan sejak tahun 1989 sampai sekarang istilah Ners menjadi populer di kalangan perawat dan pendidikan Indonesia. Sejak saat itu disepakati penggunaan istilah Ners. Tapi saat itu tidak dijelaskan apakah yang disebut Ners itu khusus perawat sarjana saja (S.Kp) atau juga perawat diploma. Itu yang tidak saya ketahui dan sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Menurut kesepakatan dengan Prof. Suherman tadi istilah Ners sebagai ‘sebutan profesi perawat’, tidak disebutkan sebagai ‘sebutan lulusan sarjana keperawatan (S.Kp)’. Kalau ‘sebagai sebutan profesi perawat’ artinya sebagai sebutan untuk perawat secara umum tidak berdasarkan jenjang pendidikannya. Saat itu pendidikan keprofesian perawat (Ners) belum diterapkan.

Tahun 1985 dimulai pendidikan sarjana keperawatan di PSIK-FKUI, saat itu pendidikan akademik dan keprofesian masih terintegrasi menjadi satu, gelarnya SKp. Setelah tahun 1998 pendidikan akademik dan keprofesian dipisah, gelarnya S.Kep. dan Ns. (HPEQ Dikti, 2012).

Istilah Ners sudah melalui proses yang matang peralihan dari bahasa Inggris ‘Nurse’ menjadi Ners, sayangnya sampai saat ini istilah Ners belum masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia hal ini terkuak pada acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) PPNI dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Pemerintah. Hadir juga waktu itu dari ahli Bahasa Indonesia dan prinsipnya tidak ada masalah tentang istilah Ners asal semua memang dipahami oleh kalangan profesi perawat.

Yang jadi pertanyaan adalah kenapa PPNI terkesan lambat dan tidak sigap mengantisipasi hal-hal yang sangat prinsip seperti itu. Atau mungkin masalah istilah ini dianggap tidak begitu penting. Padahal sejak tahun 1989 istilah Ners sudah disepakati sebagai sebutan profesi perawat, dan setelah 24 tahun istilah Ners belum juga masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Menurut pejabat PPNI, pihak PPNI sudah kembali menulis surat ke lembaga pusat Bahasa Indonesia agar istilah Ners dapat dimasukkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tujuannya supaya istilah Ners menjadi kosakata yang legal dalam bahasa Indonesia.

Pembahasan selanjutnya kita sepakati kita pakai acuan gelar S.Kep. dan Ns., bukan S.Kp. Perlu untuk kita ketahui apa definisi kata Ners yang diusulkan PPNI ke lembaga pusat Bahasa Indonesia, apakah definisinya disamakan dengan Perawat atau dibedakan. Hal ini penting karena untuk menghindari kerancuan pemakaian istilah Ners. Kalau usulannya definisi Ners adalah sebutan untuk seseorang yang lulus pendidikan keprofesian bidang keperawatan, maka hal ini tidak akan menimbulkan kerancuan. Tapi kalau usulannya definisi Ners sama dengan definisi Perawat, maka akan menimbulkan kerancuan dan ‘kecemburuan’. Hal ini bisa terjadi lantaran gelar perawat diploma dibedakan dengan perawat sarjana.

Jika usulannya definisi Ners sama dengan perawat, maka perawat diploma akan protes mengapa gelar mereka Ahli Madya Keperawatan (AMd.Kep) sedangkan perawat sarjana gelarnya bukan S.Kep.Per (Sarjana Keperawatan.Perawat)? Atau jika dibalik mengapa perawat sarjana gelarnya S.Kep. dan Ners, perawat diploma gelarnya bukan AMd.Ners? Kalau artinya sama maka semua perawat apapun jenjang pendidikannya bisa disebut Ners. Perawat diploma disebut Ners Diploma atau Ners Vokasi, perawat sarjana disebut Ners Sarjana atau Ners Profesi. Jika usulannya definisi Ners berbeda dengan perawat, maka perawat diploma tidak akan protes, karena mereka bisa menerima dan memaklumi kalau mereka memang dibedakan dengan Ners.

Membedakan istilah Ners dan Perawat juga mengandung risiko, misalnya sekarang definisi Ners adalah lulusan pendidikan keprofesian di bidang keperawatan; definisi Perawat adalah lulusan pendidikan tinggi keperawatan; dan jika hal ini sudah masuk kamus besar bahasa Indonesia, lalu suatu saat nanti tiba-tiba ada peraturan perundang-undangan baru yang mengharuskan pendidikan akademik dan profesi terintegrasi kembali seperti dulu (S.Kep dan Ns. kembali menjadi S.Kp karena sudah tidak ada pendidikan keprofesian perawat lagi), maka definisi Ners tadi akan direvisi kembali. Lain halnya jika dari awal definisi Ners sama dengan Perawat maka tidak perlu direvisi.

Pergantian peraturan perundang-undangan bukan sesuatu hal yang mustahil karena undang-undang itu sifatnya tidak kekal, bisa direvisi kembali suatu saat nanti tergantung kepentingan penguasa, partai politik, dan perkembangan jaman.

Penulis: Suroso Wibowo (Nurse at RS Penyakit Tropik Infeksi Universitas)

PENERIMAAN CPNS MAHKAMAH AGUNG 2012

cpns mahkamah agung

PENGUMUMAN LOWONGAN

PENERIMAAN CPNS DI LINGKUNGAN MAHKAMAH AGUNG

TAHUN ANGGARAN 2012

Calon Panitera Pengganti (CPP) CPNS Mahkamah Agung 2012

  • Calon Panitera Pengganti (CPP) Peradilan Umum dan Peradilan Tata Usaha Negara (TUN)
  • Lulusan Sarjana (S1) Fakultas Hukum
  • Calon Panitera Pengganti (CPP) Peradilan Agama
  • Lulusan Sarjana (S1) Fakultas Syari’ah atau Fakultas Hukum yang menguasai Hukum Islam (Ahwal Syakhshyiah, Perbandingan Mazhab dan Hukum, Jinayah Siyasah, Mualamah, Ilmu Hukum)

Calon Jurusita (CJS)

  • Calon Jurusita (CJS) Peradilan Umum dan Peradilan Tata Usaha Negara (TUN)
  • Lulusan Sarjana (S1) Fakultas Hukum
  • Calon Jurusita (CJS) Peradilan Agama
  • Lulusan Sarjana (S1) Fakultas Syari’ah atau Fakultas Hukum yang menguasai Hukum Islam (Ahwal Syakhshyiah, Perbandingan Mazhab dan Hukum, Jinayah Siyasah, Mualamah, Ilmu Hukum)

Syarat dan Ketentuan

  1. Warga Negara Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia, dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan RI
  2. Berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap.
  3. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/ Anggota TNI/ Polri atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta.
  4. Tidak berkedudukan sebagai CPNS atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tidak sedang terikat perjanjian/ kontrak kerja dengan instansi lain.
  5. Tidak bersuami/ beristrikan seorang yang berkewarganegaraan asing atau tanpa kewarganegaraan.
  6. Sehat jasmani dan rohani.
  7. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia dan tidak bisa mengajukan usul mutasi/pindah sebelum memiliki masa kerja 5 (lima) tahun.
  8. Index Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75 (dua koma tujuh lima) skala 4,00 (empat koma nol).
  9. Usia pada saat pendaftaran maksimal 35 tahun per 31 Desember 2012 (lahir setelah 30 November 1977)

Pengumuman Pendaftaran CPNS Mahkamah Agung 2012
Pendaftaran diumumkan secara resmi melalui website Mahkamah Agung RI (www.mahkamahagung.go.id), website masing-masing Dirjen pada 4 Lingkungan Peradilan, website dan papan Pengumuman pada tiap-tiap pengadilan tingkat banding di Seluruh NKRI
Daftar Nama pengadilan Tingkat Banding dan Alamatnya dapat dilihat pada link kedua dibawah ini. Pendaftaran diakses secara online melalui website yang tercantum pada link pertama berikut ini mulai 16 Juli s.d 28 Juli 2012

Pelaksanaan Ujian Praktek dan Seleksi Administrasi CPNS Mahkamah Agung 2012

  1. Ujian Praktek dan Tes Administrasi dilaksanakan mulai tanggal 6 Agustus s.d 10 Agustus 2012
  2. Peserta mengikuti Ujian Praktek dan Seleksi Administrasi sesuai dengan Lokasi seleksi Administrasi yang sudah dipilih oleh peserta yang bersangkutan dan tercantum pada dokumen pendaftaran.
  3. Peserta diwajibkan untuk memenuhi semua dokumen yang tecantum dalam persyaratan

Pelaksanaan Ujian Tulis CPNS Mahkamah Agung 2012  -  203

  1. Pelamar yang dinyatakan lulus Ujian Praktek dan Seleksi Administrasi (dibuktikan dengan nomor Ujian) dapat mengikuti Ujian Tulis pada 8 September 2012
  2. Data peserta dan tempat Ujian Tulis diumumkan pada tempat peserta mengikuti Ujian Praktek dan Seleksi Administrasi
  3. Ujian Tulis meliputi Tes Kemampuan Dasar (TKD) dan Tes Kemampuan Bidang (TKB). Cat: Bisa dilihat contoh soal ujiannya sebagai latihan di cpnsonline.com

Jika Anda berminat CPNS Mahkamah Agung 2012 silahkan daftarkan diri Anda pada link berikut ini (mulai 16 Juli s.d 28 Juli 2012). Daftar Nama Pengadilan Tingkat Banding dan Alamatnya dapat dilihat pada link kedua untuk peradilan masing-masing.

Informasi selengkapnya dapat dilihat link (CLICK) di bawah ini :

1. Persyaratan Pendaftaran CPNS Mahkamah Agung 2012

2. Daftar link Pengadilan Tinggi;

3.  Pendaftaran CPNS Online Mahkamah Agung

Lowongan Kerja Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo ( RSCM ) Jakarta

Rumah sakit dr. Cipto Mangunkusumo atau RSCM kembali membuka lowongan pekerjaan untuk puluhan profesi dan jabatan kerja pada Bulan Juni 2012. Lamaran dapat dikirim dalam periode waktu 10 hari (7 Juni – 18 Juni 2012. Selamat melamar. Semoga sukses dan berkah Amin.

Berkas Lamaran dikirim melalui pos ke Kotak Pos 1086 JKT 10430

SYARAT KHUSUS : Mampu berbahasa inggris (aktif), Mengoperasikan MS-Office/Access, Internet

SYARAT UMUM :

  1. Warga Negara Indonesia
  2. FC KTP
  3. Pasfoto 3×4 (berwarna) 3 lbr
  4. Curriculum Vitae (Daftar Riwayat Hidup)
  5. Surat Keterangan Sehat asli dari Dokter Puskesmas atau Pemerintah
  6. FC Kartu Tanda Pencari Kerja yang dilegalisir
  7. FC Ijazah yang dilegalisir oleh yang berwenang
  8. Surat Pengalaman Kerja minimal 1 tahun di RS/ Bidangnya yang dilegalisir oleh yang berwenang
  9. FC Transkrip Nilai (IP) dilegalisir IPK > 2,5 jika Lulusan Universitas Akreditasi A
  10. FC Transkrip Nilai (IP) dilegalisir IPK > 3.0 jika Lulusan Universitas Akreditasi B
  11. FC SIP / SIB /SIK
  12. FC SKCK (POLRES) dilegalisir
  13. Sertifikat TOEFL atau Bahasa Inggris
  14. Sertifikat Komputer
  15. Sertifikat Kompetensi lainnya
  16. Umur Maksimal 35 tahun pada tanggal 1 Desember 2012

Untuk jenis tenaga yang dibutuhkan bisa lihat di tabel ini :

Image

Sumber : http://www.rscm.co.id/index.php?bhs=in&id=LOW0000001

FUNGSI BEDONG PADA BAYI

Bedong (SWADDLING) adalah cara membungkus bayi dengan selimut yang bertujuan untuk memberikan rasa hangat dan nyaman. Sebenarnya, membedong atau swaddling sudah dilakukan sejak lama oleh orangtua-orangtua kita dulu. Di banyak daerah di kawasan asia, membedong bayi baru lahir merupakan tradisi turun temurun, bahkan diselimuti hal-hal mistis seperti untuk melindungi bayi dari gangguan roh jahat. Saat ini, dunia kedokteran pun sudah membuktikan manfaat bedong bagi bayi.
Isu tersebut bukanlah sekedar isapan jempol. Ada banyak mitos seputar bedong yang kemudian menggiring para orangtua hingga membuat kesalahan-kesalahan fatal dalam proses membedong. Salah satu yang paling sering didengar adalah bahwa membedong penting untuk meluruskan kaki bayi, sehingga saat ia besar nanti kakinya tidak bengkok. Padahal, kaki bengkok pada bayi baru lahir adalah wajar. Mengingat selama di dalam rahim, ia seringkali berada pada posisi meringkuk, terutama di bulan-bulan terakhir ketika ruang di dalam rahim tak lagi luas bagi tubuhnya yang kian membesar. Kaki yang bengkok ini perlahan-lahan akan lurus dengan sendirinya seiring ia bertambah dewasa.
Mitos tersebut akhirnya membuat bayi-bayi dibedong dengan sangat ketat hingga tak bisa bergerak. Padahal bedong yang terlalu ketat meningkatkan resiko SIDS atau Sudden Infant Death Syndrom pada bayi. Karena bedong yang terlalu ketat membuat proses bernapas bayi terganggu. Selain itu, perkembangan motorik bayi juga bisa terhambat mengingat ia terikat hingga tidak dapat bergerak. Membedong dengan memaksa kaki bayi lurus juga beresiko bayi menderita hip dysplasia atau keadaan di mana formasi soket panggul bayi tidak normal.
Namun, selama bedong bayi tidak mengikatnya dengan ketat, melainkan hanya membungkusnya agar hangat, bedong memiliki banyak manfaat.
Selain pelukan, bedong adalah ‘replika’ yang paling mampu memberikan suasana mirip dengan saat ia masih di dalam rahim ibu. Di bulan pertama kehadirannya di dunia, bayi masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya, maka tak heran kalau bayi cenderung rewel. Dengan bedong, bayi mendapatkan perasaan hangat, terlindungi dan terdekap layaknya di dalam rahim ibu. Bedong juga membantu bayi agar tidak terganggu dengan startle/moro reflex nya sendiri (reflek menghentakkan seluruh badan seperti sedang kaget). Dengan bedong, bayi juga tidak dapat mencakar mukanya, sesuatu yang sering kali dilakukan bayi baru lahir karena belum mampu mengendalikan anggota tubuhnya. Karena itu bedong membantu bayi lebih tenang, lebih mudah tertidur, dan tidurnya pun menjadi lebih nyenyak.
Tetapi perlu diingat, tidak semua bayi senang dibedong. Jika bayi Anda malah rewel ketika dibedong, jangan dipaksakan. Bedong bertujuan untuk memberi kenyamanan, jika bayi tidak merasa nyaman, maka bedong menjadi tidak perlu. Saat cuaca panas juga sangat tidak disarankan untuk membedong bayi. Keadaan overheat bagi bayi bisa mengganggu sistem pernapasannya.
Tak selamanya pula bayi butuh dibedong. Biasanya para orangtua berhenti membedong bayi di usia 1-2 bulan. Pada usia tersebut, bayi mulai banyak bergerak, dan bedong bisa menggangu gerakannya. Beberapa bayi juga mulai berguling ke samping di usia 2 bulan. Berguling dalam posisi masih dibedong akan sangat berbahaya bagi bayi.
Bayi yang sudah tidak mengalami startle/moro reflex juga sudah tak perlu dibedong. Itu menandakan bayi sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya. Penelitian juga menyebutkan bahwa membedong bayi di usia dua bulan ke atas tidak memberikan manfaat signifikan untuk meredakan tangisnya.
Tetapi, di sisi lain, ada beberapa bayi yang justru menjadi kecanduan bedong dan sulit tidur tanpa dibedong. Seiring usianya bertambah besar, longgarkan bedongnya, hingga perlahan-lahan benar-benar longgar dan bisa berhenti digunakan tanpa ia sadari.
Sumber : http://mybabybtw.com