TIFUS ABDOMINALIS

Pengertian

Tifus Abdominalis ( demam tifoid / enteric fever ) ialah penyakit infeksi akut yang biasanya menyerang saluran pencernaan. Istilah tifoid berasal dari bahasa Inggris, typhoid. Dalam bahasa Yunani, typhos berarti stupor dan eidos berarti bentuk. Istilah tifoid sendiri sebenarnya mengandung arti menyerupai tifus.Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi, bercirikan lesi definitif di plak Peyer, kelenjar mesenterika dan limpa, disertai oleh gejala demam yang berkepanjangan, sakit kepala dan nyeri abdomen.

Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran cerna dengan gejala demam lebih dari satu minggu dan terdapat gangguan kesadaran.

Etiologi

Salmonella typhi

  • Batang gram negatif  yang bergerak dengan rambut getar dan tidak berspora.
  • Masa inkubasi 10-20 hari.
  • Termasuk dalam famili Enterobacteriaceae

 

Tanda dan Gejala

Gejala biasanya diawali dengan rasa tidak enak badan, nyeri yang tidak jelas, sakit kepala dan bisa juga mimisan. Penderita juga acap mengeluh sulit buang air besar (konstipasi).

Dalam beberapa hari sampai minggu, terjadi kenaikan suhu badan yang bisa mencapai lebih dari 40°C. Pada saat ini, sebuah tanda khas demam tifoid yang disebut rose spots bisa terlihat, khususnya pada bagian perut (abdomen). Tanda yang juga dapat dijumpai pada daerah dada dan punggung ini akan telihat memudar bila ditekan. Pada akhir minggu pertama, dapat dijumpai pembesaran limpa (splenomegali) pada lebih dari setengah kasus. Pada minggu kedua, suhu badan akan mengalami remisi harian. Panas terutama meningkat pada malam hari dengan perbedaan temperatur lebih kurang ½ sampai 2°C dibanding pagi hari. Bila demam sangat tinggi dapat terjadi penurunan kesadaran dan penderita mengigau.

Gejala-gejala gangguan saluran cerna meliputi mual, muntah, konstipasi, nyeri abdomen, perut kembung dan terkadang diare. Muntah memang tidak sering terjadi tapi dapat menjadi suatu komplikasi yang berbahaya.

Retensi urin cukup sering terjadi.

Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan:

  • Bradikardi relatif (frekuensi denyut jantung relatif lambat bila dibanding dengan tingkat kenaikan suhu tubuh)
  • Lidah tifoid (Awalnya merah di tengah dengan tepi hiperemis dan bergetar, bila penyakit berat lidah menjadi kering dan pecah-pecah serta berwarna kecoklatan)
  • Perkusi abdomen: timpani
  • Palpasi abdomen: Nyeri tekan khususnya di fosa iliaka
  • Stupor
  • Bergumam
  • Delirium
  • Twitching otot-otot
  • Karpologia
  • Koma vigil

Pada masa penyembuhan dapat terjadi:

  • Anemia
  • Kerontokan rambut

Patofisiologi

Kuman S Typhi masuk tubuh manusia melalui mulut dengan makanan dan air yamg tercemar. Sebagian kuman dimusnahkan oleh asam lambung sebagian lagi masuk ke usus halus dan mencapai jaringan limfoid plague peyeri di ileum terminalis yang mengalami hipertrofi. Di tempat ini komplikasi  perdarahan dan perforasi intestinal dapat terjadi. Kuman Salmonella Typhi kemudian menembus ke lamina propia , masuk kelenjar limfe dan mencapai kelenjar limfe mesenterial yang juga mengalami hipertrofi. Setelah melewati kelenjar-kelenjar limfe ini S Typhi masuk aliran darah melelui ductus thoracicus. Kuman-kuman S Typhi lain mencapai hati melalui sirkulasi portal dari usus. S Typhi bersarang peyeri , limpa, hati dan bagian-bagian lain system retikulo endotelial. di plague

Pemeriksaan Penunjang

 

  • Pemeriksaan darah tepi: Leukopenia, limfositosis, aneosinofilia, anemia, trombositopenia.
  • Pemeriksaan sumsum tulang : menunjukkan gambaran   hiperaktif sumsum tulang.
  • Biakan empedu: terdapat basal salmonella typhosa pada urin dan tinja
  • Pemeriksaan widal

Komplikasi

Dapat terjadi pada      :

  • Usus halus

Umumnya jarang terjadi, akan tetapi sering fatal yaitu :

a. Perdarahan Usus. Bila sedikit hanya ditemukanjika dilakukan pemeriksaan tinja dengan benzidin. Bila perdarahan banyak terjadi melena dan berat disertai perasaan nyeri perut dengan tanda-tanda renjatan.

b.Perforasi Usus. Timbul biasanya pada minggu ketiga atau setelah itu dan terjadi pada bagian distal ileum. Perforasi yang tidak disertai peritonitis hanya dapat ditemukan bila terdapat udara di rongga peritoneum, yaitu pekak hati menghilang dan terdapat udara di antara hati dan diafragma pada foto roentgen abdomen yang dibuat dalam keadaan tegak.

c. Peritonitis. Biasanya menyertai perforasi tetapi dapat terjadi tanpa perforasi usus. Ditemukan gejala abdomen akut yaitu nyari perut yang hebat, dinding abdomen tegang ( defense musculair ) dan nyeri pada tekanan.

  •  Komplikasi di luar usus

Terjadi karena lokalisasi peradangan akibat sepsis ( bakterimia ) yaitu meningitis, kolisistitis, ensefalopati dan lain-lain. Terjadi karena infeksi sekunder yaitu bronkopnemonia.

Dehidrasi dan asidosis dapat timbul akibat masukan makanan  yang kurang dan perspirasi akibat suhu yang tinggi.

Karakteristik Demam

Demam tifoid memiliki  ciri yang khas, yaitu muncul pada sore hari. Pada minggu-minggu pertama, pagi dan siang penderita tak terlalu demam, sementara sore sampai malam hari terus meningkat. Inilah salah satu faktor yang membuat penderita tidak merasakan keluhan itu, karena pagi dan siang harinya sibuk beraktivitas, ini merupakan pola demam minggu pertama. Sedangkan pada minggu kedua sifat demam akan berlangsung dari pagi hingga malam hari, memasuki minggu kedua ketiga ada dua kemungkinan : sembuh panasnya turun atau yang paling fatal yakni mengalami komplikasi dan menyebakan kematian.

Komplikasi Demam

  • Kejang akibat suhu yang tinggi.
  • Dehidrasi yang diakibatkan oleh penguapan yang  bertambah.
  • Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh karena metabolisme terlalu tinggi.

Penatalaksanaan Demam

Penatalaksanaan Medis

Pengobatan demam tifoid menjadi bermasalah dengan ditemukan dan menyebarnya dengan cepat Salmonella typhi yang resisten terhadap kloramfenikol, ampicillin dan kotrimoksazol yang sebelumnya merupakan obat pilihan untuk demam tifoid. Antibiotik yang ideal untuk demam tifoid mempunyai syarat – syarat sebagai berikut:

  1. Murah.
  2. Dapat diberikan peroral.
  3. Bisa untuk semua kelompok umur, termasuk anak dan wanita hamil.
  4. Efektif , cepat menurunkan suhu.
  5. Dapat mencegah karier dari kandung empedu.
  6. Tidak menimbulkan perubahan flora usus.
  7. Tiga golongan obat yang sudah banyak diteliti dan cukup efektif untuk demam tifoid adalah golongan fluorokuinolon, sefalosporin generasi ketiga dan Azithromycin.

Penatalaksanaan Keperawatan

1.      Kaji pengetahuan klien dan keluarga tentang hipertermi.

2.      Observasi suhu,nadi, tekanan darah, pernafasan.

3.      Beri minum yang cukup

4.      Berikan kompres air biasa

5.      Lakukan tepid sponge ( seka ), yaitu dengan :

  • Basahi handuk dengan air biasa atau air hangat. Jangan memakai   air es.
  • Lapkan ke seluruh badan anak bermula dengan kepala, leher, kedua dua belah tangan, celah ketiak dan lipatan-lipatan, bagian depan dan belakang badan serta keduadua belah kaki.
  • Ulang proses ini beberapa kali sehingga anak menggigil. Ini menandakan suhu panas sudah keluar dari badan.
  • Beri anak obat demam setiap enam jam jika masih demam .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s