Asal usul hat-trick

Dalam dunia sepak bola istilah hat-trick pastinya sangat
popular. Banyak orang yang sudah tahu kalau istilah itu
disematkan ketika tiga gol dimasukkan oleh satu pemain yang
sama dalam satu pertandingan.

Sebenarnya hat-trick secara harfiah berarti ”tipuan topi”.
Lalu apa hubungannya dengan dunia olahraga khususnya sepak
bola ? hubungan itu sendiri berasal dari peran pemain kriket HH
Stephenson. Dia mencetak tiga wicket dari tiga bola yang
didapatnya secara berturut-turut pada tahun 1858. Karena
kehebatannya itulah dia kemudian diberi topi putih dari klubnya.

Dari sinilah istilah hat-tick mulai dikenal hingga akhirnya dipakai
di cabang-cabang lain dengan deviasi makna. Namun tak
diketahui secara pasti kapan istilah hat-trick masuk ke sepak
bola.

Pada awalnya istilah ini menunjukkan tiga gol yang
dimasukkan berturut-turut oleh seorang pemain, tanpa diselingi
gol dari pemain lain. Namun seiring berjalannya waktu istilah itu
diperlunak. Seorang pemain cukup mencetak tiga gol dalam satu
pertandingan, tidak perlu harus berturut-turut atau dilesakkan
dalam satu babak pertandingan.

Tahukah anda kalau hat-trick ada dua macam yaitu:

Flawless atau German Hat-Trick
Hat-trick jenis ini memiliki dua syarat. Pertama, ketiga gol
dicetak secara beruntun. Kedua, ketigannya harus diciptakan
dalam satu babak. Orang-orang Jerman masih berpegang
teguh kalau hat-trick harus seperti itu maka disebut juga dengan
German Hat-trick.

Perfect Hat-Trick
Ketiga gol harus dicetak dengan cara lengkap. Satu gol
dicetak dengan kaki kanan, satu dengan kaki kiri, dan satu
lagi lewat sundulan kepala.

Hat-trick tercepat di Liga-liga utama Eropa :

1. Eredivisie
Nama : Jan Seelen
Klub : Ajax Amsterdam
Momen : SHS 2-9 Ajax, 1959
Rentang waktu : 2 menit
2. Premierleague
Nama : Robbie Fowler
Klub : Liverpool
Momen: Liverpool Vs Arsenal, 1994
Rentang waktu : 4 menit, 32 detik
3. Liga BBVA
Nama : David Villa
Klub : Valencia
Momen : Bilbao 0-3 Valencia, 23 April 2006
Rentang waktu : 5 menit
4. Ligue 1
Nama : Matt Moussilou
Klub : OSC Lille
Momen : Lille 8-0 FC Istres, 2 April 2005
Rentang waktu :
5. Bundesliga 1
Nama : Michael Toennies
Klub : MSV Duisburg
Momen : Duisburg 6-2 Karlsruhe, 17 Agustus 1991
Rentang waktu : 6 menit
6. Serie A
Nama : Andriy Shevchenko
Klub : AC Milan
Momen : Perugia 0-3 Milan, 30 Januari 2000
Rentang waktu : 7 menit

Serba-Serbi Hat-trick
1. Orang pertama yang melakukan hat-trick di sepak bola adalah
Walter Tait di Liga Inggris tanggal 15 september 1888.
2. Orang yang paling cepat melakukan Hat-trick adalah Tommy
Ross dengan waktu yang dibutuhkan: 90 detik. Itu terjadi saat
dia membela tim asal skotlandia Ross Country melawan Nairn
County pada 28 November 1964.
3. Stan Van Den Buys adalah satu-satunya pemain yang
mencetak hat-trick bunuh diri. Akibatnya Germinal Ekeren
kalah 2-3 dari Anderlecht.
4. Bert Patenaude adalah pencetak hat-trick pertama di Piala
Dunia, saat AS menang atas Paraguay 3-0 pada 17 Juli 1930.
5. Jose Luis Chilavert adalah satu-satunya kiper pencipta hat-
trick hingga saat ini. Itu terjadi pada pertandingan Velez
Sarsfield 6-1 Ferro Carril Oeste pada 1999. Tiga gol ia cetak
melalui titik penalti.

Sumber: Soccer

Sebab Mesin Mobil Mati si Rel Kereta Susah dihidupkan

Jawabannya adalah IMPEDANSI, Yaitu timbulnya medan magnet akibat gesekan yang terjadi antara rel kereta dengan bagian roda kereta api.

Impedansi ditimbulkan oleh gesekan antara roda kereta dengan relnya, demikian penuturan Dr Ir. Djoko Sungkono, kepala Laboratorium Motor Bakar Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Lebih lanjut Djoko menuturkan bahwa hal tersebut adalah akibat impedansi yang ditimbulkan oleh pergesekan roda kereta api dan relnya, dan impedansi itu yang mengakibatkan mesin mobil yang mati sulit menyala kembali.
Kejadian itu terutama berpengaruh pada mobil atau kendaraan yang berbahan bakar bensin, meskipun kendaraan berbahan bakar solar juga ada yang terpengaruh. ”Pada kendaraan yang berbahan bakar bensin, starternya digerakkan oleh dinamo,” paparnya.
Dari dinamo ini dihasilkan medan magnet yang selanjutnya menggerakkan mesin mobil. Djoko mengatakan, hal tersebut tidak jadi masalah bila mesin mobil tersebut tidak mati.Namun bila mesin tersebut mati maka akan sulit untuk dihidupkan lagi.
Medan impedansi tersebut tidak diperlukan jarak yang dekat, hal tersebut sudah mulai dapat berpengaruh ketika kereta api masih berjarak 1,5 km dari lokasi lintasan di mana kendaraan bermotor itu melintas rel.

20 kekawatiran Ali BIN Abi Thalib Yang DITAKUTKAN Terjadi

“..Akan datang suatu masa, Dan aku khawatir terhadap
masa itu.”

1. Di mana keyakinan hanya tinggal di dalam pemikiran.
2. Di mana keimanan tak berbekas dalam perbuatan.
3. Banyak orang baik tapi tak berakal.
4.Ada pula yang berakal tapi tak beriman.
5. Ada yang lidahnya fasih tapi hatinya lalai.
6. Ada pula yang khusyu’ tapi sibuk menyendiri.
7. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis.
8. Ada pula ahli maksiat tapi rendah hati.
9. Ada yang bahagia tertawa tapi hatinya berkarat.
10. Ada pula yang sedih menangis tapi kufur nikmat.
11. Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat.
12. Ada pula yang berhati tulus tapi wajahnya
cemberut.
13. Ada yang berlisan bijak tapi tidak memberi teladan.
14. Ada pula pelacur tapi menjadi figur.
15. Ada yang memiliki ilmu tapi tidak paham.
16. Ada pula yang paham tapi tidak menjalankan.
17.Ada yang pintar tapi membodohi.
18. Ada pula yang bodoh tapi tidak tahu diri.
19. Ada yang beragama tapi tidak berakhlak.
20. Ada pula yang berakhlak tapi tidak ber-TUHAN.
Sumber : http://munsypedia.blogspot.com/2013/…n-
terjadi.html

Usilnya dosen (yang) cerdas

Pada suatu pagi di sebuah kampus, ada 4 orang mahasiswa yang kebetulan telat ikut ujian semester karena bangun kesiangan.

Mereka lantas menyusun strategi untuk kompak kasih alasan yang sama agar dosen mereka berbaik hati memberi ujian susulan.

Mahasiswa A: “pak, maaf kami telat ikut ujian
semester.”
mahasiswa B: “iya pak.Kami berempat naik angkot yg
sama dan ban angkot… nya meletus.”
Mahasiswa C: “iya kami kasihan sama supirnya….
Jadinya kami bantu dia pasang ban baru.”
Mahasiswa D: “oleh karena itu kami mohon kebaikan
hati bapak untuk kami mengikuti ujian susulan.”
Sang dosen berpikir sejenak dan akhirnya
memperbolehkan mereka ikut ujian susulan.
Keesokan hari ujian susulan dilaksanakan, tapi keempat
mahasiswa diminta mengerjakan ujian di 4 ruangan yg
berbeda.
“Ah, mungkin biar tidak menyontek,” pikir para
mahasiswa.
Ternyata ujiannya cuma ada 2 soal.
Dengan ketentuan mereka baru diperbolehkan melihat
dan mengerjakan soal kedua setelah selesai
mengerjakan soal pertama.
Soal pertama sangat mudah dengan bobot nilai 10.
Keempat mahasiswa mengerjakan dengan senyum
senyum.
Giliran membaca soal kedua dengan bobot nilai 90.
Keringat dingin pun mulai bercucuran.
Di soal kedua tertulis: “Kemarin, ban angkot sebelah
mana yang meletus ?

*Hikmah : Sekecil apapun kebohongan yg kita lakukan
tetap akan terungkap.
Dan sebuah kebohongan bukanlah solusi dalam
menyelesaikan masalah namun akan menambah
masalah yang baru.
Dan kejujuran itu lebih indah,,Setidaknya akan membuat
kita lega setelah berkata sejujurnya..

PENDAFTARAN CPNS LIPI 2013

Syarat CPNS LIPI
Syarat-syarat umum :
Warga Negara Republik Indonesia.
Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Memiliki integritas yang tinggi terhadap Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Tidak Berkedudukan sebagai Calon Pegawai
Negeri / Pegawai Negeri di instansi lain.
Tidak berkedudukan sebagai anggota atau
pengurus partai politik.
Tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat
sebagai Pegawai Negeri atau pegawai swasta.
Tidak pernah dihukum penjara berdasarkan
putusan pengadilan yang telah mempunyai
kekuatan hukum yang tetap.
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia atau negara lain
yang ditentukan pemerintah.
Berkelakuan baik.
Sehat jasmani dan rohani.
Selain itu dikenakan juga beberapa syarat khusus
untuk CPNS LIPI :
Mempunyai kompetensi yang diperlukan.
Usia minimal 18 tahun. Usia setinggi-tingginya 30
tahun bagi pelamar berpendidikan S1; dan 35
tahun bagi pelamar berpendidikan S2, dan 40
tahun bagi pelamar S3. Batasan usia dihitung
berdasarkan rencana penetapan TMT CPNS
sesuai ketentuan Kementerian PAN dan RB yaitu
tanggal 1 Desember 2013.
Umur ijasah terakhir setinggi-tingginya 6 tahun.
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75
dengan skala 4,00.
Dokumen-dokumen yang dipersyaratkan :
Pada saat registrasi online :
Pasfoto.
Fotokopi ijasah pendidikan terakhir yang
dilegalisir.
Untuk proses penerimaan CPNS, dipersyaratkan
Ijasah Pendidikan terakhir, sedangkan Surat
Tanda Kelulusan TIDAK BERLAKU. Untuk pelamar
lulusan dari luar-negeri, diwajibkan melampirkan
Surat Keterangan Penyetaraan Ijasah dari Dikti –
Kemdikbud, atau Surat Keterangan telah
mengajukan permohonan Penyetaraan Ijasah.
Fotokopi transkrip nilai pendidikan terakhir yang
dilegalisir.
Berkas pasfoto dalam format JPEG dengan
ukuran kurang dari 30 KB. Sedangkan berkas
fotokopi ijasah dan transkrip dipindai menjadi
satu berkas dijital dalam format PDF dengan
ukuran kurang dari 500 KB.
Pada saat verifikasi fisik sebelum ujian tulis :
Kartu Peserta Ujian yang dicetak langsung dari
situs SIPC LIPI .
Fotokopi ijasah pendidikan terakhir yang
dilegalisir.
Fotokopi transkrip nilai pendidikan terakhir yang
dilegalisir.
KTP.
Berkas harus ditunjukkan pada petugas verifikator
di lokasi.
Pada saat ujian wawancara :
Kartu Peserta Ujian yang dicetak langsung dari
situs SIPC LIPI .
Fotokopi ijasah pendidikan terakhir yang
dilegalisir.
Fotokopi transkrip nilai pendidikan terakhir yang
dilegalisir.
KTP.
Tugas akhir / tesis / disertasi.
Selanjutnya baca di link di bawah ini :
Klik di sini…

UNIKNYA MATEMATIKA

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
Awesome………………………………

Sejarah Penggunaan Istilah Ners di Indonesia

Mungkin banyak diantara sejawat perawat yang mengkritik tulisan ini. Disaat semua pada sibuk memperjuangkan tentang Rancangan Undang-Undang Keperawatan (RUU Keperawatan), ini malah membahas hal yang ‘tidak penting’, Tapi tidak masalah sebagai pembelajaran saja.

Istilah Ners pertama kali diberikan oleh para perawat di RS Jantung Harapan Kita pada tahun 1985, saat itu ketua Ikatan Perawat Kardiaovaskuler mengusulkan istilah ini. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai organisasi profesi menyepakati setelah mengkaji dan berkonsultasi dengan 2 ahli bahasa saat itu salah satunya adalah Prof. Suherman. Akhirnya disepakati istilah Ners ini sebagai sebutan profesi perawat yang diadopsi dari bahasa Inggris ‘Nurse’ yang di-Indonesia-kan menjadi Ners.

PPNI menolak jika dikatakan penggunaan istilah Ners merupakan keinginan PPNI atau sekelompok orang pendidikan keperawatan karena saat itu selain PPNI masih ada Konsorsium Pendidikan Kesehatan disingkat CHS dan sekarang menjadi Konsorsium Ilmu Kesehatan Indonesia (KIKI).

Dan sejak tahun 1989 sampai sekarang istilah Ners menjadi populer di kalangan perawat dan pendidikan Indonesia. Sejak saat itu disepakati penggunaan istilah Ners. Tapi saat itu tidak dijelaskan apakah yang disebut Ners itu khusus perawat sarjana saja (S.Kp) atau juga perawat diploma. Itu yang tidak saya ketahui dan sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Menurut kesepakatan dengan Prof. Suherman tadi istilah Ners sebagai ‘sebutan profesi perawat’, tidak disebutkan sebagai ‘sebutan lulusan sarjana keperawatan (S.Kp)’. Kalau ‘sebagai sebutan profesi perawat’ artinya sebagai sebutan untuk perawat secara umum tidak berdasarkan jenjang pendidikannya. Saat itu pendidikan keprofesian perawat (Ners) belum diterapkan.

Tahun 1985 dimulai pendidikan sarjana keperawatan di PSIK-FKUI, saat itu pendidikan akademik dan keprofesian masih terintegrasi menjadi satu, gelarnya SKp. Setelah tahun 1998 pendidikan akademik dan keprofesian dipisah, gelarnya S.Kep. dan Ns. (HPEQ Dikti, 2012).

Istilah Ners sudah melalui proses yang matang peralihan dari bahasa Inggris ‘Nurse’ menjadi Ners, sayangnya sampai saat ini istilah Ners belum masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia hal ini terkuak pada acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) PPNI dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Pemerintah. Hadir juga waktu itu dari ahli Bahasa Indonesia dan prinsipnya tidak ada masalah tentang istilah Ners asal semua memang dipahami oleh kalangan profesi perawat.

Yang jadi pertanyaan adalah kenapa PPNI terkesan lambat dan tidak sigap mengantisipasi hal-hal yang sangat prinsip seperti itu. Atau mungkin masalah istilah ini dianggap tidak begitu penting. Padahal sejak tahun 1989 istilah Ners sudah disepakati sebagai sebutan profesi perawat, dan setelah 24 tahun istilah Ners belum juga masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Menurut pejabat PPNI, pihak PPNI sudah kembali menulis surat ke lembaga pusat Bahasa Indonesia agar istilah Ners dapat dimasukkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tujuannya supaya istilah Ners menjadi kosakata yang legal dalam bahasa Indonesia.

Pembahasan selanjutnya kita sepakati kita pakai acuan gelar S.Kep. dan Ns., bukan S.Kp. Perlu untuk kita ketahui apa definisi kata Ners yang diusulkan PPNI ke lembaga pusat Bahasa Indonesia, apakah definisinya disamakan dengan Perawat atau dibedakan. Hal ini penting karena untuk menghindari kerancuan pemakaian istilah Ners. Kalau usulannya definisi Ners adalah sebutan untuk seseorang yang lulus pendidikan keprofesian bidang keperawatan, maka hal ini tidak akan menimbulkan kerancuan. Tapi kalau usulannya definisi Ners sama dengan definisi Perawat, maka akan menimbulkan kerancuan dan ‘kecemburuan’. Hal ini bisa terjadi lantaran gelar perawat diploma dibedakan dengan perawat sarjana.

Jika usulannya definisi Ners sama dengan perawat, maka perawat diploma akan protes mengapa gelar mereka Ahli Madya Keperawatan (AMd.Kep) sedangkan perawat sarjana gelarnya bukan S.Kep.Per (Sarjana Keperawatan.Perawat)? Atau jika dibalik mengapa perawat sarjana gelarnya S.Kep. dan Ners, perawat diploma gelarnya bukan AMd.Ners? Kalau artinya sama maka semua perawat apapun jenjang pendidikannya bisa disebut Ners. Perawat diploma disebut Ners Diploma atau Ners Vokasi, perawat sarjana disebut Ners Sarjana atau Ners Profesi. Jika usulannya definisi Ners berbeda dengan perawat, maka perawat diploma tidak akan protes, karena mereka bisa menerima dan memaklumi kalau mereka memang dibedakan dengan Ners.

Membedakan istilah Ners dan Perawat juga mengandung risiko, misalnya sekarang definisi Ners adalah lulusan pendidikan keprofesian di bidang keperawatan; definisi Perawat adalah lulusan pendidikan tinggi keperawatan; dan jika hal ini sudah masuk kamus besar bahasa Indonesia, lalu suatu saat nanti tiba-tiba ada peraturan perundang-undangan baru yang mengharuskan pendidikan akademik dan profesi terintegrasi kembali seperti dulu (S.Kep dan Ns. kembali menjadi S.Kp karena sudah tidak ada pendidikan keprofesian perawat lagi), maka definisi Ners tadi akan direvisi kembali. Lain halnya jika dari awal definisi Ners sama dengan Perawat maka tidak perlu direvisi.

Pergantian peraturan perundang-undangan bukan sesuatu hal yang mustahil karena undang-undang itu sifatnya tidak kekal, bisa direvisi kembali suatu saat nanti tergantung kepentingan penguasa, partai politik, dan perkembangan jaman.

Penulis: Suroso Wibowo (Nurse at RS Penyakit Tropik Infeksi Universitas)